Bunda Asma Nadia di Sekolah Masjid Terminal Depok memberikan motivasi kepada Tutor2 PAUD Bina Insan Mandiri

Gambar

Bersama Tutor2 PAUD bunda Asmanadia( Paling Tengah, Jilbab Oranye ) berbincang2 sambil berbagi informasi dalam kunjungan silaturrahminya di Sekolah Master pada sela2 perkumpulan almamater sekolah bunda asmanadia sewaktu masih SMA :) Ramadhan kemaren #seru yaaakk udah lama gak kumpul.. e.. tau2 udah bawa anak gedhe2..hehe

Sebagai Penulis buku Best Seller, ada loh tulisan beliau yang paling aku suka yaitu “Emak Ingin Naik Haji” kisahnya bikin aku merinding pengin nangis kalo inget susah payah ibu di kampung sana untuk membesarkan aku dan banyak lagi koleksi tulisan bunda Asma…

untuk kenal lebih dekat silahkan kunjungi FB bunda Asma di :
( https://www.facebook.com/asmanadiarani?ref=ts&fref=ts )

Share Your Happiness with MASTER at Kandank Jurank Doank

Hehe kangen mereka.. makanya aku posting ulang blog kakak2 LoveShare, bareng kakak2 LoveShare KJD MASTER berkunjung ke Markasnya bang Dik Doank Kak Dini Marita dan teman2nya membawa kami bermain outbond bersama sembari meminta untuk menyimpulkan hikmah yang ada dalam setiap games.. Lets Check it Out…….
.Gambar
Gambar
Assalammualaikum sahabat LoveShare
Hullaaaa!!!!!!!!Kali ini LoveShare mengajak adik-adik MASTER bermain dan belajar di Kandank Jurank Doank (KJD), Ciputat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 27 November 2011. Kami, tim LoveShare dengan sukacita akan berbagi cerita tentang kegiatan ini.

Iyaakk!!! 31 siswa dan 5 guru pendamping MASTER sudah berkumpul di sekolah dari pukul 06.00 pagi lhoo!! Antusias dan semangat bermain mereka sangat luar biasa..hehe.. Dan semua siswa sudah mengenakan pakaian outbound lengkap dari ujung kaki sampai ujung kepala, celana training, kaos warna warni, sepatu, beserta tas dengan seisinya..hehe Kami siaapp berangkaaaaaattt!! Meski kendaraan kami hanya sebuah kowanbisata, tapi kami dan adik-adik KJD sangat menikmati perjalanan.
Yiihhaaaaaaa….akhirnya sampai juga di Kandank Jurank Doank. Kami juga langsung disambut oleh kakak-kakak dari tim KJD. Jika ada diantara kalian yang belum pernah bermain di KJD, ini dia rupa-rupa KJD, tempat bermain yang sejuk dan asri.

Rangkaian kegiatan bermain sudah dipersiapkan oleh kakak-kakak KJD. Mau tau permainan apa saja yang kami mainkan? Follow us! :D
Yapp! Permainannya itu ada lima macam, yaitu Tangga Monyet, Perahu Kampret, Flying Fox, dan Jembatan Air. Semua permainan tersebut memiliki makna yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita. Mari kita telusuri satu per satu (kita kasih bocoran nih buat yang nanti baru mau main ke KJD :p ).
1.      Tangga Monyet, kalau dilihat permainan ini cukup mudah. Kita hanya memanjat tambang yang telah dibuat seperti jaring laba-laba, pakai safety devices pula. Tapi, ternyata setelah dicoba ada yang merasa sulit ada yang lancer-lancar saja. Permainan tersebut bisa dianalogikan sebagai perjalanan hidup. Dalam kehidupan, kita selalu ingin yang lebih baik dalam hal apapun. Tetapi, dalam pencapaiannya tidak selalu mulus seperti apa yang kita inginkan. Ada kalanya kita jatuh, tersandung atau terpeleset sehingga menghambat laju jalan kita. Tapi, kalau kita terus berusaha untuk mencapainya, kita akan berhasil nantinya. Dan ketika kita sudah mencapai puncaknya, kita tidak boleh lupa untuk melihat kebawah dan selalu ingat dengan kodrat kita sebagai makhluk sosial yang senantiasa peduli dengan lingkungan dan selalu menolong yang lemah.
2.      Permainan lain yang tidak kalah seru adalah Perahu Kampret. Permainan ini dimainkan oleh satu tim yang terdiri atas empat orang yang dipilih secara acak. Satu team diberikan dua dayung untuk menjalankan perahu tersebut sampai ke garis finish dan kembali ke dermaga. Ternyata setiap kelompok memiliki masalah masing-masing, ada yang jalannya cepat tapi arahnya selalu ke kiri, ada yang tidak kompak menggerakkan dayung, sehingga jalannya tidak mulus. Ada yang berusaha menggunakan tangan atau kaki untuk membantu temannya yang menggunakan dayung agar jalannya lebih cepat, ada pula yang lebih senang mengarahkan temannya yang memegang dayung, bermaksud menjadi navigator. Lalu, apa makna dari permainan ini? Maknanya adalah kerjasama tim dan leadership. Kita diharuskan dapat menguasai atau mengendalikan situasi dengan siapapun partner kerja atau orang-orang di sekitar kita. Tidak bisa kita menyamaratakan mereka karena pribadi setiap orang berbeda. Dan dalam hal ini dibutuhkan peran seorang pemimpin dalam suatu kelompok atau tim untuk dapat mengendalikan berbagai macam pribadi yang berbeda-beda. Peran pemimpin ini dimaksudkan untuk mengarahkan, mengendalikan,  dan membawa tim tersebut ke tempat tujuan.
Gambar
Gambar
3.      Permainan yang paling mengasikkan sekaligus menakutkan adalah Flying Fox. Dari raut wajah adik-adik MASTER, kami melihat ada rasa ketakutan atau kekhawatiran. Mungkin buat beberapa dari mereka yang takut ketinggian, flying fox adalah permainan yang mungkin bisa dibilang menakutkan. Tetapi, di sinilah sensasinya. Bagaimana kita bisa melawan rasa takut kita ketika berada di atas ketinggian yang cukup terjal. Dan ketika mulai terjun di atas tali, ada kepuasan tersendiri yang dihasilkan. Alhasil antusiasme mereka pun berbeda. Ada yang diam saja, ada yang teriak sekeras mungkin, dan ada yang hanya tertawa geli. Makna dari permainan ini cukup jelas, yaitu melawan rasa takut kita pada saat perjalanan menuju impian kita. Seseorang dikatakan berani apabila dia dapat melawan rasa takut yang ada dalam dirinya.
Gambar

4.      Permainan yang terakhir adalah Jembatan Air. Permainan ini merupakan permainan dimana seseorang harus melewati jembatan yang dikelilingi air (sungai kecil) yang hanya dibantu dengan seutas tali sebagai pegangan. Setiap orang yang akan menyeberangi jembatan tersebut akan diberikan “gangguan” berupa jembatan digoyang-goyangkan dan jika seseorang dapat melewati jembatan tersebut tanpa tercebur ke air, maka dia berhasil. Namun, jika terjatuh, maka dia harus mengulang dari awal. Makna dari permainan ini adalah dalam kehidupan kita pasti akan menemukan rintangan dan tidak terkecuali rintangan tersebut datangnya dari luar diri kita (lingkungan sekitar). Adakalanya kita terjatuh dan harus mengulangnya dari awal (0) dan hanya orang-orang yang pantang menyerah dan sabar yang dapat bertahan dan mencapai tujuannya. Jangan pernah menyerah. Jika jatuh, bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi, Jatuh lagi, bangun lagi, lakukan sampai berhasil.
Gambar

Gambar

SUMBER

http://www.lovesharefoundation.blogspot.com/

Tutor Master pun Harus Belajar

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan personal aproach kepada warga belajar kakak2 pengajar di sekolah master juga rutin melakukan bedah buku, training, dan study banding ke sekolah lain seperti ke Jepara, Bantul dan Bandung yang notabene’nya memeliki kelebihan yang belum dimiliki oleh sekolah master

Gambar

tutor belajar materi

Connected | World Education | Yayasan Bina Insan Mandiri Depok | Sekolah Master

Imposible is nothing ( adidas )… dari Sekolah Master ke Kampus UNSOED kemudian Merajut mimpi masuk program ke Luar Negeri

Tidak rugi memiliki impian.. kalian tinggal berdoa, fokus, istiqomah kemudian tawakal.. Bismillah… Insya Allah.. :::  membaca status Facebook salah satu kakak tutor Master :::
======Gambar

Pic. Yuda, Muar Dody

depoknews.com | Dengan sarana dan prasarana sekolah yang serba terbatas, Muhammad Muar lulusan SMA masjid terminal (Master) Depok ini berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Negeri Jenderal Soedirman (Unsoed), selain itu dirinya bercita-cita ingin menjadi menteri Keuangan.

“Saya ingin menjadi menteri keuangan karena terinspirasi dengan Sri Mulyani,” katanya kepada depoknews baru – baru ini di Depok

Pria kelahiran Depok, 30 Agustus 1992 pengagum pakar ekonom terkenal Sri Mulyani. Muar adalah salah satu dari sekian banyak lulusan Sekolah Master yang berhasil masuk PTN ternama di Indonesia, disamping banyak juga lulusan yang berhasil dapat beasiswa ke luar negeri.

Ia masuk sekolah Master semenjak kelas 3 SMP,  lantaran tak mampu membiayai sekolah hingga lulus  SMP sebelumnya. Selama masa sekolah di master Muar sambil berjualan koran.

Menurutnya  diawal masuk sekolah, dirinya merasa kaget dengan kondisi karena harus duduk dilantai dan lingkungan yang keras karena berdampingan dengan terminal.

“Awalnya saya kaget juga dengan kondisi sekolah disini, duduknya dilantai dan lingkunganya juga berbeda,” katanya.

Namun dengan modal semangat dan tekun serta mengikuti arahan para pembimbing dan tak lupa untuk rajin beribadah serta berdoa maka dengan kondisi sekolah yang serba terbatas itu tidak menghalanginya untuk meraih prestasi sehingga bisa masuk di PTN sekaligus mendapatkan beasiswa.

Apa yang di alami serta prestasi yang di raih Muhammad Muar tidak beda jauh dengan kawan karibya, Dodi Dores, pria kelahiran Subang, 25 November 1991 yang masuk sekolah Master sejak kelas 1 SMP dan lulus SMA tahun 2010.

Ia berhasil masuk Universitas Indonesia pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dengan program S1 Sastra Rusia, dan juga berkeinginan  melanjutkan studinya untuk program S2 di Rusia atau Jerman.

Dodi bercita-cita ingin menjadi pengusaha, selama masa belajar ia punya kiat tersendiri dengan cara proaktif minta bimbingan guru-guru diluar waktu jam belajar mengajar serta banyak membaca buku dan tak lupa untaian doa selau dipanjatkan kepadaNya.

Hal yang tak jauh beda dengan Yudho, dirinya juga berhasil tembus ke PTN UNJ, namun karena tawaran masuk di LP3I dengan sarana beasiswa akhirnya yudho memilih kuliah di LP3I.

(Mujiran/dn)